Solidare, Ayo Beramal Lewat Startup Bikinan Unikom Ini

Setelah sukses jadi satu diantara pemenang Imagine Cup Indonesia 2015 lalu dan berhasil melewati kompetisi online babak Worldwide Semifinal Imagine Cup 2015 silam, Unikom (Universitas Komputer Indonesia) Bandung yang menyertakan Tim Alix akhirnya maju ke babak final Imagine Cup World 2015.

Tim Alix adalah salah satu diantara finalis sebanyak 33 dari segenap penjuru dunia dan satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil diseleksi pada acara tahunan yang diselenggarakan Microsoft ini dan melaju hingga ke babak final. Setelah 2 peserta lainnya dari Indonesia yakni Urban Studio dan Dodo Project, hanya berhasil sampai pada babak Worldwide Semifinal.

Imagine Cup adalah kompetisi taraf dunia buat mahasiswa yang digelar Microsoft. Yang tujuannya mencari tim untuk mengembangkan inovasi yang memiliki basis teknologi serta memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Ada 3 kartegori untuk kompetisi ini: Innovation, Games, dan World Citizenship.

Tim Alix masuk dalam kategori World Citizenship mengembangkan aplikasi Solidare atau aplikasi Bantu Anak Asuh (BAA). Di mana saat ini sudah bisa anda download di Google Store dan Windows Phone.

Aplikasi ini memungkinkan pengguna memberikan donasi kepada anak anak kurang mampu guna melanjutkan sekolah, mengetahui data anak-anak yang perlu bantuan, kaum dermawan yang bisa membantu, menghubungkan antara anak yang butuh bantuan dengan donatur, peta lokasi atau wilayah anak-anak tak mampu yang mesti ditolong, serta progres laporan dari program bantuan tersebut.

Tim Alix bekerja sama dengan yayasan yang aktif menyelesaikan isu anak putus sekolah seperti Yayasan Rumah Zakat dan Yayasan Rumah Matahari. Finalnya sendiri berlangsung di Seattle, Amerika Serikat pada tanggal 29 hingga 31 Juli 2015 lalu. Peserta berkesempatan memenangkan $50,000 (sekitar Rp. 677,77 juta) dan mengikuti boot camp yang memiliki basis pengalaman yang didesain untuk menjalnkan proyek mereka.

Tim pemenang akan mendapatkan arahan dan support pengembangan proyek dari Microsoft dan para ahli industri dari Pax, Microsoft YouthSpark, dan Microsoft Ventures. Sayangnya Tim Alix belum beruntung karena juara pertama digondol oleh Virtual Dementia Experience dari Australia. Sementara juara kedua dan ketiga diduduki oleh Mozter (Singapura) danĀ  Prognosis (Yunani).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *