Sepatu Basket Tercanggih yang Diminati Para Pebasket di Seluruh Dunia

Siapa yang tak kenal kompetisi bola basket paling bergengsi di dunia, NBA (National Basketball Association). Selain terkenal karena para pemain bintangnya, kompetisi ini juga seolah menjadi ajang perang teknologi terkini bagi para produsen sepatu yang dipakai oleh para pemain di NBA. Tahun demi tahun, teknologi yang diterapkan terus berkembang dan kian canggih saja. Apa saja sepatu basket tercanggih yang mereka pakai?

Kali ini Bolahraga akan mengulas beberapa sepatu basket tercanggih dan diminati para pemain basket di seluruh dunia dari tahun ke tahun.

Reebok Pumps

Dikembangkan pada awal 1990, Reebok memperkenalkan Pumps ke dunia basket. Sepatu ini memang dirancang dengan menggunakan kantung udara yang dapat digelembungkan oleh pompa kecil berbentuk bola basket yang di pasang di lidah sepatu.

Ketika ditekan, maka pompa akan mendorong kantung yang terdapat di bantalan sepatu sehingga konon bisa menambah daya pegas tungkai kaki. Sepatu ini semakin terkenal ketika pada 1991 rookie Boston Celtic Dee Brown mengikuti kontes Slam Dunk All-Star Weekend NBA.

Pada 2005 Reebok mengembangkan teknologi tersebut menjadi ATR New Pump dan dipromosikan pebasket-pebasket NBA seperti Allen Iverson dan Yao Ming.

Baca juga : Bisnis Kaos Sepak Bola yang Menggiurkan

Adidas Adizero Crazy Light 2.0

Produsen sepatu Adidas seolah tidak ingin kalah bersaing memamerkan teknologi terbarunya, yaitu Adizero Crazy Light 2.0. Adidas mengklaim bahwa sepatu basket ini adalah sepatu basket teringan di dunia dengan berat hanya sekitar 277 gram atau 15% lebih ringan dibandingkan sepatu basket dari merek pesaingnya yang juga mengklaim sebagai sepatu teringan.

Bahkan, menurut pengakuan Derrick Rose dari Chicago Bulls, mengenakan sepatu basket ini membuat larinya lebih cepat. Teknologi Crazy Light ini juga memberikan kontrol fleksibilitas yang lebih besar serta cengkeraman dan kuncian kaki menjadi lebih baik kepada para atlet untuk melakukan gerakan yang dapat meningkatkan performa permainan.

Nike Shox Hyperballer

Teknologi lainnya yang dikembangkan oleh Nike ada pada salah satu seri sepatunya yaitu Sox Hyperballer. Berbeda dengan seri Hyper Dunk, teknologi yang diusung pada Shox ini adalah terdapatnya empat pilar bantalan di bagian sol sepatu yang mirip cara kerjanya dengan shockbreaker kendaraan bermotor.

Baca juga : Tips Bergaya dengan Baju Jersey Bagi Wanita

Nike Air Shox Hyperballer ini mengkombinasikan bobot yang ringan ditambah dengan teknologi bantalan udara yang membuat pebasket lebih leluasa saat beratraksi dan saat melompat tinggi. Salah satu pebasket NBA yang memakai sepatu in adalah Vince Carter, Brad Miller, Al Jefferson, dan Tayshaun Price. Teknologi yang ada pada sepatu tersebut adalah sistem sirkulasi pendingin dengan menggunakan material yang mudah mengeluarkan udara panas, sehingga kaki akan lebih nyaman dan tidak mudah panas saat menggunakan sepatu tersebut.

AIR Jordan XI

Dirancang oleh Tinker Hatfield, sepatu Air Jordan ini didesain sedemikian rupa dengan teknologi tinggi saat itu. Sepatu ini di desain dengan daya tahan yang kuat dengan menggunakan material serat karbon di beberapa bagian.

Awalnya, Tinker membuat sepatu ini agar bisa dipakai Michael Jordan pada debut kembalinya di NBA. Konon, sepatu Air Jordan XI ini juga masuk ke dalam jajaran sepatu termahal di dunia. Untuk sepasang sepatu ini dibanderol Rp 25 juta untuk versi edisi khusus. Material bahan balistik yang digunakan pada bagian sepatu membuat Air Jordan XI lebih ringan dan tahan lama dibandingkan dengan sepatu lainnya. Begitu juga penerapan kulit di beberapa bagian sepatu, membuat daya tahan dan kekuatan sepatu itu dapat diandalkan saat bertanding dan juga aman melindungi kaki dari benturan saat berganti arah di lapangan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *