Perumahan Akan Meroket Setelah DP Turun

Rencana Bank Indonesia (BI) untuk melonggarkan loan to value (LTV) atas kredit pemilikan rumah pada Agustus nanti tentunya akan berpengaruh terhadap nilai uang muka atau down payment (DP) yang akan harus dibayarkan masyarakat. Penurunan angka DP menjadi hanya 15 persen untuk kepemilikan rumah pertama, diyakini dapat membuat industri perumahan kembali menggeliat di tengah lesunya perekonomian di sektor ini selama beberapa tahun ke belakang, terutama setelah dilakukannya pengetatan LTV pada tahun 2013 lalu.

Aturan ini diberlakukan untuk pembayaran DP rumah tapak pertama yang memiliki luas lebih dari 70 meter persegi menjadi hanya 15 persen saja dari harga rumah dijual di bandung. Untuk rumah kedua dan ketiga, dibebankan DP sebesar 20 dan 25 persen.

Walaupun ada pengamat yang mengatakan bahwa bunga bank lebih penting daripada LTV, namun pemerhati properti menyebut bahwa turunnya LTV sendiri tetap akan membuat angka penjualan rumah di Indonesia kembali meledak.

Hal ini diyakini karena masyarakat saat ini lebih memikirkan bagai mana mencicil rumah, bukan memikirkan bunga bank. Dan masalah DP merupakan salah satu masalah terberat yang dihadapi masyarakat. Seberapa pun besar bunga bank, masyarakat tetap akan membayar cicilan rumah selama mereka mampu membayarkannya.

Namun, pengamat ekonomi tetap melihat bahwa pelonggaran LTV sendiri dapat memberikan risiko terhadap nasib kredit ke depannya. Apalagi ketika saat ini rasio kredit non performing loan atau kredit macet cenderung meningkat trennya.

Tapi, turunnya jumlah DP yang harus dibayarkan membuat masyarakat lebih ringan untuk dapat membeli rumah. Jika dahulu masyarakat harus menabung selama 2 hingga 3 tahun untuk DP rumah, kini mereka mungkin hanya perlu 1 tahun untuk mengumpulkan DP rumah tersebut. Hal ini tentunya akan banyak meningkatkan penjualan rumah, terutama rumah untuk kepemilikan pertama.

Sementara untuk kepemilikan rumah kedua dan ketiga, penjualannya diprediksi tidak akan terlalu berdampak karena nilai penurunan DP-nya sendiri tidak terlalu banyak. Selain itu pelonggaran nilai LTV sendiri memang bertujuan utama untuk dapat menstimulus banyak orang dapat membeli dan memiliki rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *