Penyebab dan Cara Mengatasi Bayi Susah BAB

Bagaimana rasanya jika bayi atau anak anda mengalami berbagai masalah tubuh atau penyakit ? Tentu saja hal ini sangat membingungkan mengingat bayi atau anak-anak, masih belum bisa berbicara atau menunjukkan bahwa ada rasa tidak nyaman dalam tubuhnya. Di sisi lain sebagai orangtua tentu anda khawatir karena takutnya penyakit atau masalah tersebut, mempengaruhi tumbuh kembang bayi dan akan berlangsung dengan waktu yang cukup lama.

Salah satunya adalah tanda-tanda bayi susah BAB yang perlu diwaspadai atau diawasi, oleh anda para orang tua. Sebab hal tersebut mungkin saja menandakan adanya kondisi serius yang mendasari terjadinya kesulitan BAB tersebut. Gangguan sistem pencernaan seringkali terjadi pada bayi, mengingat bayi memang mengalami tahapan atau proses perkembangan termasuk makanan yang berbeda-beda. Mulai dari ASI, kemudian diganti menjadi asupan yang halus teksturnya, kemudian berkembang menjadi bayi atau anak-anak yang sudah bisa mengkonsumsi nasi.

Masalah bayi susah BAB memang tidak bisa dianggap enteng, karena bisa saja berakibat buruk pada perkembangan anak secara keseluruhan. Oleh karena itu dalam hal berikut ini akan kita bahas secara jelas mengenai bayi susah BAB serta berbagai penyebab dan cara mengatasinya.

Ciri – Ciri Bayi Susah BAB

Hal pertama yang harus anda kenali terutama sebagai orang tua adalah mengetahui, apakah bayi Anda terkena konstipasi atau tidak. Umumnya setiap bayi memang memiliki siklus atau pola yang berbeda-beda, termasuk siklus BAB. Pola ini sangat penting untuk ditelaah, agar anda tahu kondisi diluar kebiasaan ataupun hal yang dilakukan oleh mereka.

Cobalah untuk deteksi sedini mungkin atau sesegera mungkin. Namun harus anda ingat bahwa kebiasaan BAB pada bayi dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari pola makan dan juga minum, aktivitas dan seberapa cepat kemampuan tubuh bayi dalam mencerna makanan yang masu, dan lainnya. Hal ini tentu saja akan mempengaruhi seberapa sering bayi untuk melakukan buang air besar.

Tanda-tanda bayi susah BAB diantaranya adalah, buang air besar kurang dari dua kali dalam seminggu, kemudian adanya bentuk kotoran yang lebih keras dibanding biasanya, walaupun frekuensinya tidak berubah. Bayi mengalami kesakitan terutama ketika buang air besar, khususnya pada usia 0 hingga 5 bulan. Padahal bayi hanya mengkonsumsi ASI dan harusnya dapat buang air besar dengan normal.

Selain tanda-tanda di atas bayi susah BAB umur biasanya lebih rewel dan juga menangis, sambil mengangkat kakinya, dalam kasus yang lebih parah dari bakal mengeluarkan bercak darah pada popok bayi yang diakibatkan robeknya dinding rektum akibat tinja yang cukup keras.

Penyebab Bayi Susah BAB

Lantas apa saja penyebab bayi mengalami susah buang air besar ? Sebenarnya ada beberapa faktor atau pun alasan mengapa bayi mengalami susah buang air besar di antaranya adalah :

  • Susu Formula

Faktor pertama yang bisa menyebabkan bayi susah BAB adalah susu formula. Di mana mereka yang biasa mengkonsumsi ASI sebagai masukan utamanya harus dicampurkan dengan susu formula, yang mengandung protein yang berbeda. Di sisi lain juga jika Anda mengalami susah buang air besar coba konsultasikan ke dokter, terkait susu formula yang dikonsumsi. Bisa saja ia tidak cocok dengan kandungan susu formula atau bisa berganti merk susu formula.

  • Dehidrasi

Selanjutnya yang bisa menyebabkan bayi mengalami kesulitan dalam air besar, adalah dehidrasi. Di mana ia mendapatkan asupan cairan melalui makanan yang juga minuman yang ia konsumsi. Dengan jumlah yang sedikit khususnya ASI. Namun dalam kondisi tertentu saat giginya tumbuh, sariawan, atau demam. Dehidrasi merupakan hal yang wajar terjadi kepada bayi. Sehingga anda sebagai seorang ibu harus memperhatikan asupan minuman yang dikonsumsi oleh bayi ataupun susu, jika sudah melakukan hal tersebut maka dirahasiakan terhindarkan dan juga babi akan kembali lancar.

  • Kondisi Medis

Langkah selanjutnya adalah kondisi medis tertentu, meskipun jarang sekali terjadi. Namun beberapa penyakit bisa saja yang menyebabkan baik akhirnya mengalami susah buang air besar. Beberapa kondisi medis ini seperti halnya konstipasi pada hipotiroid, alergi terhadap makanan, serta gangguan sistem pencernaan yang memang sudah terjadi sejak lahir.

Mengatasi bayi susah bab

Ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk mengatasi bayi yang mengalami susah buang air besar :

  • Cobalah untuk mengganti susu formula yang digunakan atau yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Setelah itu perhatikan kembali apakah bayi masih mengalami konstipasi atau tidak. Jika memang bayi sudah kembali buang air besar dengan lancer, maka merk susu formula atau susu formula yang anda berikan tidak cocok dan jangan digunakan lagi.
  • Cara selanjutnya adalah membuat anak tetap aktif agar pencernaannya terdorong oleh usus.  Ajak anak untuk bergerak menjadi lebih aktif dan juga lebih menyenangkan. Hal ini bisa mengubah mood bayi yang tadinya merasa tidak enak menjadi lebih senang dan membuang gas yang ada melalui keringat. Di sisi lain Anda yang membuat bayi berjalan atau merangkak lebih sering maka dapat membantu mendorong BAB akan lebih mudah keluar. Jika bayi masih belum bisa merangkak menggerakkan kaki dan lain sebagainya. Cobalah untuk dibantu secara perlahan namun usahakan tetap nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *