Pentingnya Penanganan Cedera Olahraga Sejak Dini

Olahraga merupakan salah satu aktivitas yang dilakukan manusia untuk dapat memberikan kebugaran terhadap tubuhnya. Olahraga juga dapat memberi berbagai dampak yang baik termasuk memberikan efek gembira pada orang yang melakukannya.

Bentuk kecintaan orang terhadap olahraga menjadikan bentuk dan jenis olahraga yang dilakukan menjadi sangat bervariasi. Beberapa orang menyukai aktivitas olahraga yang sederhana dan mudah dilakukan, tetapi tak sedikit juga yang melakukan berbagai gerakan olahraga yang cukup ekstrim. Di sana sangat diuji tingkat keterampilan orang yang melakukannya. Tentu saja, cedera membayaangi aktivitas olahraga.

Pengertian cedera olahraga adalah cedera yang terjadi pada saat seseorang melakukan aktivitas olahraga, baik saat latihan maupun pertandingan. Penanganan yang tepat terhadap cedera olahraga diharapkan dapat memaksimalkan proses pemulihan untuk kembali berolahraga dan meminimalkan terjadinya cedera berulang. Ada banyak disiplin ilmu yang terkait dengan penanganan cedera olahraga, salah satu diantaranya adalah bagian rehabilitasi medik. Mengapa? Karena sebagian besar cedera olahraga mengenai sistem muskuloskeletal, tetapi tidak semuanya membutuhkan penanganan bedah.

Penyebab cedera olahraga dibedakan menjadi tiga faktor yaitu faktor intrinsik (variasi anatomi, fleksibilitas yang rendah, ketidakseimbangan otot, kelemahan otot dan ligamen atau komposisi tubuh), faktor ekstrinsik (kesalahan metoda latihan, peralatan yang tidak tepat, permukaan lapangan yang bergelombang) dan overuse.

Sebagian besar cedera muskoloskeletal dibagi dalam dua kategori yaitu akut dan subakut atau kronis. Prinsip dasar rehabilitasi setelah cedera muskuloskeletal termasuk di dalamnya mengurangi nyeri dengan menggunakan berbagai modalitas (pendinginan/es, pemanasan permukaan dan dalam, arus interferensial). Pemberian obat-obatan, tetap menjaga lingkup gerak sendi dan fleksibilitas, latihan penguatan, kelincahan, koordinasi dan propriosepsi serta tetap menjaga kebugaran sistem kardiovaskular juga merupakan salah satunya.

Tujuan awal penangan cedera olahraga adalah untuk membatasi perluasan cedera sesedikit mungkin dan membantu proses penyembuhan. Umumnya 24-48 jam pertama mengikuti prinsip PRICE(R) yaitu protection (perlindungan) agar cedera tidak semakin berat, rest (istirahat) dari aktivitas seperti sebelum cedera, ice (pendinginan) secara aman diberikan selama 20 menit setiap jam dengan ice packs, compression (penekanan) sekitar area cedera membantu membatasi pembengkakan dan memberikan kenyamanan untuk tetap dapat menjaga lingkup gerak sendi lewih awal, biasanya dengan menggunakan elasticuraps. Elastiscurap dibenahi setiap empat jam sekali agar penekanannya tetap terjaga.

Penekanan dan pendinginan dapat diberikan secara simultan dengan pompa pneumatik. Tangan atau kaki yang cedera diposisikan lebih tinggi daripada posisi jantung untuk membantu aliran darah balik (elevation). Merujuk segera ke dokter atau fasilitas kesehatan yang terdekat untuk penanganan yang lebih tepat.

Kiranya tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca dalam menangani sejak dini cedera olahraga yang kerap terjadi.  Terus berlatih dan tetap sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *