Pentingnya Memperhatikan Tumbuh Kembang Anak Bagi Keluarga

Memperhatikan tumbuh kembang anak tentu adalah salah satu kewajiban orang tua. Pasalnya, sebagai salah satu anugrah pemberian dari tuhan yang harus kita jaga, tentu kitapun akan merasa bertanggung jawab serta menyayangi anak kita.

Berbagai cara rasa sayang ditunjukan orang tua dengan memperhatikan berbagai perkembangan anak dari lahir hingga dewasa. Tidak hanya itu saja, baik dari segala kebutuhan dipenuhi, agar anak kita sukses dan selalu diberikan kesehatan.

Kendati demikian, ternyata adapula orang yang kurang memperhatikan tumbuh kembang anak pada saat sang buah hati lahir. Bukan dikarenakan tidak menyayangi anak tersebut, tetapi kurangnya pengetahuan bahwa pada masa pertumbuhan bayi tentu menjadi peran penentu untuk masa depan sang buah hati.

Memperhatikan Perkembangan Fisik dan Motorik

Salah satu hal yang paling mudah dilihat oleh setiap orang tua adalah dengan melihat perkembangan fisik dari anak Anda. Hal tersebut tentu bisa dengan cara termudah, yakni dengan membandingkan fisik anak kita dengan orang lain. Namun pada umumnya baik dari berat badan maupun tinggi, serta kelengkapan dan fungsi dari anggota tubuh anak.

Selain itu, hal lain yang tentu berkaitan dengan fisik, yakni otot-otot dari anak atau yang biasa dikenal dengan motorik. Secara umum, perkembangan motorik terdapat 2 macam, yakni motorik kasar (kegiatan fisik) ataupun motorik halus (menggenggam, menggunting, dan lainnya).

Memberikan Stimulus Perkembangan Kognitif dan Bahasa

Ketika masa petumbuhan anak, tentu kita sebagai orang tua selain harus melatih serta mengajarkan anak juga perlu diberikan berbagai nutrisi guna untuk meningkatkan perkembangan kognitif. Pada masa balita tersebut, pertumbuhan otak anak yang begitu cepat, tentu harus dioptimalkan semaksimal mungkin agar anak dapat optimal.

Selain itu juga tentu pentingnya memberikan stimulus untuk mengenalkan bahasa kepada sang buah hati, tentu tidak kalah pentingnya. Misalnya seperti merespon terhadap suara, mulai belajar memahami kata-kata, belajar berbicara, hingga bisa memahami maksud dari sebuah pembicaraan.

Mengajarkan Sikap Bersosial

Pada fase ini, Anda bisa memulainya dengan mengajaknya berbicara, dan mencoba untuk membuat sang buah hati tersenyum dan tertawa. Kendati demikian, tentu permasalahan yang biasa datang pada fase ini adalah kesibukan orang tua yang bekerja. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda bekerja, tentu Anda harus memiliki orang yang terpercaya untuk mengajak anak Anda untuk berinteraksi. Namun, tentu saja Anda juga harus menyempatkan waktu pada saat liburan maupun setelah pulang kerja.

Pentingnya berinteraksi bagi anak, tentu akan membantu pada fase berikutnya dimana sang buah hati Anda akan memasuki lingkungan sosial baik itu di rumah, maupun sekolahan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *