Penjelasan Siklus Perkembangan Anak

Anak-anak pun Bisa Terkena Diabetes Tipe 2

Adakah siklus tumbuh kembang anak? Rasanya tidak. Siklus itu perputaran, sementara perkembangan anak itu bersifat tahapan. Jadi, dalam tumbuh kembang anak yang ada adalah tahapan bukan siklus tumbuh kembang anak. Anda setuju? Jika iya, sekarang kita langsung bahas tahapan perkembangan anak pada umumnya. Sekali lagi, ini bukan siklus pertumbuhan anak, tetapi tahapan pertumbuhan anak.

Tahapan pertama, perkembangan bayi baru lahir

Bayi yang baru lahir hingga berusia 1 bulan menunjukkan perkembangan yang bersifat otomatis, yaitu perkembangan mereka tampak terlihat bila ada stimulus diberikan. Misalnya, bayi membuka mulut dan menoleh ketika anda menyentuh pipinya. Selain itu, bayi juga senang menggapai sesuatu di dekatnya dan memasukkan objek tersebut ke mulut. Bayi di usia ini juga suka meregangkan tubuhnya. Orang tua perlu memperhatikan apakah bayi mereka bisa melihat objek yang berada di dekat mereka, juga mendengar suara-suara yang ada di dekat telinga mereka. Ini penting untuk mengetahui respon penglihatan dan pendengaran mereka.

Tahapan kedua, perkembangan hingga usia 12 bulan

Di usia ini anak anda mulai mengembangkan kemampuan-kemampuan baru, seperti duduk, merangkak, berguling-guling, dan bertepuk tangan. Anak usia ini akan merespon bila dipanggil, menunjuk objek, berdiri tegak dan mulai belajar berjalan.

Tahapan ketiga, perkembangan usia 1-3 tahun

Di usia 1-3 tahun anak anda sudah mulai memperlihatkan rutinitas, seperti jam tidur yang lebih teratur, memilih mainan dan makanan kesukaan, dan mulai lebih banyak bergerak. Mereka lebih suka berlari, memanjat, melompat, mencorat-coret, sudah bisa memahami perintah dan bisa mengucapkan kalimat-kalimat sederhana.

Tahapan keempat, usia 3-5 tahun

Di usia balita ini anak-anak sudah memiliki kemampuan motorik yang lebih baik. Mereka bisa menangkap bola, melompat lebih tinggi, berdiri satu kaki, menggambar bentuk-bentuk hewan atau manusia, dan sudah bisa buang air, mandi, dan berpakaian sendiri.

Tahap kelima, usia 6-12 tahun

Di usia ini anak-anak sudah lebih mandiri dan bisa bertanggungjawab. Mereka memiliki kemampuan motorik yang lebih maju, bisa mengenddarai sepeda, dan sudah mulai bergaul dengan teman-teman yang satu gender, seperti anak laki-laki memilih bermain dengan sesama anak laki-laki, perempuan bermain dengan perempuan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *