Olahraga Ringan Untuk Oma dan Opa Agar Tetap Berkilau di Usia Senja

Kaum lanjut usia (lansia) kerap dianggap tidak mandiri. Bagaimana tidak, tingkat kebugaran dan daya tahan tubuh mereka jauh berkurang. Penyakit pun sering rawan menghampiri. Oleh karena itu, sudah jadi sesuatu yang umum jika lansia biasanya mudah didera penyakit dan memiliki keterbatasan bergerak sehingga perlu bantuan dari keluarga terdekat, termasuk biaya yang tidak sedikit untuk berobat. Adakah olah raga ringan untuk oma dan opa?

Dari definisinya, lansia adalah mereka yang sudah berusia di atas 60 tahun. Meski demikian, berlaku pula istilah “tua itu hanyalah angka”. Itu karena ada tiga jenis proses penuaan. Proses menua pada manusia terbagi dalam tiga kelompok yakni successful aging, normal aging, dan premature aging. Successful aging diartikan dengan seseorang yang usianya bertambah tua ¬†tetapi kondisi tubuhnya masih lebih baik dibandingkan dengan orang seumumya. Premature aging adalah orang yang belum setua itu, tetapi kondisi tubuhnya sudah menunjukkan gejala lansia.

Ketiga proses menua itu bergantung pada gaya hidup semasa muda. Penuaan yang sukses biasanya karena mereka tidak merokok, tidak minum yang beralkohol, menjaga asupan nutrisi dan memilih makanan, bisa mengendalikan emosi, dan giat berolah raga.

Lansia harus tetap berolah raga. Tidak peduli tengah sakit, cedera, bahkan saat hanya bisa berbaring pun, olah fisik harus tetap dilakukan untuk menjaga kebugaran. Tentunya, latihan fisik yang dijalankan adalah yang sangat aman bagi lansia dan risiko jatuhnya kecil.

Latihan semacam itu akan mampu memperbaiki keseimbangan sumbu tubuh, meningkatkan kekuatan otot tungkai bawah, dan melatih fungsional tubuh. Karena jika kalangan lansia tidak banyak bergerak, bisa terjadi  atrofi atau penyusutan jaringan otot. Lantas, apa saja olah raga ringan untuk oma dan opa?

Olah raga penting bagi kaum lansia. Namun, porsinya berbeda dengan mereka yang masih di usia produktif. Olah raga yang dimaksud adalah gerakan ringan yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, tak terbatas oleh alat alias bisa menggunakan benda-benda yang mudah ditemukan di sekitarnya. Bisa jadi, awalnya kalangan lansia masih memerlukan bantuan untuk melakukannya. Namun, jika dilakukan dengan rutin bisa mengembalikan kebugaran mereka sedikit demi sedikit.

Berikut ini 3 macam olah raga ringan untuk oma dan opa:

Posisi berbaring

Jenis gerakan seperti mengangkat satu kaki bergantian dengan tubuh berbaring lurus. mengangkat tangan bergantian dengan bantuan pemberat seperti botol minum.

Posisi duduk

Gerakan mengayunkan tungkai kaki, mengangkat tangan bergantian dengan pemberat, menarik elastic rubber untuk mempertahankan kebugaran otot lengan.

Posisi berdiri

Bisa dengan mengangkat kaki bergantian, memutar pinggang, mengangkat balon dengan kedua tangan tinggi-tinggi, membungkuk lalu berdiri.

Jika ingin berolah raga lebih menyenangkan, bisa pula melakukannya di dalam air. Berolah raga di dalam air sangat baik bagi lansia. Metode aquatic exercise akan membantu lansia mendapatkan kebugarannya perlahan-lahan dengan cara yang menyenangkan dan tidak terasa repot. Karena di dalam air, massa tubuh cenderung lebih terasa ringan, dan keberadaan air juga dapat menjadi penahan tubuh. Bukan berenang ya, tetapi pelatihan fisik. Daya apung dalam air akan lebih meringankan beban lutut dan tahanan air juga dapat memperkuat otot.

Pada metode itu, lansia akan mengolah fisik di dalam air. Gunakan beberapa alat yang mudah ditemukan seperti papan dan bola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *