Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Kegiatan bermain memang sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan ini tak hanya berperan dalam perkembangan fisik, tetapi juga dalam perkembangan intelektual, bahasa, sosial, emosional dan kreativitas anak.

Perkembangan Fisik

Tak perlu khawatir jika anak Anda selalu bergerak dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain. Permainan merupakan cara untuk menyalurkan energi. Energi berlebihan yang terpendam akan membuat anak gelisah. Dengan bermain, anak akan bergerak menyalurkan energinya sambil mematangkan kecakapan motoriknya, seperti berlari, merangkai manik-manik, memanjat, dan sebagainya. Juga mengembangkan kepekaan penginderaan seperti mengenal bentuk, tekstur, bau, rasa, dan sebagainya. Dengan bermain, anak-anak mendapatkan kebugaran fisik, pengetahuan, dan keterampilan sekaligus.

Perkembangan Intelektual

Bermain membantu anak memahami dunia sekitarnya. Dengan bermain, perkembangan kognitif anak akan terangsang. Mereka belajar mengenal konsep panjang-pendek, kecil-besar, panas-dingin, dan sebagainya. Saat bermain, anak juga menerima dan mengolah informasi, sehingga pengetahuan dan pemahamannya lebih kaya. Dengan demikian, struktur kognitif anak diperkaya diperdalam dan diperbaharui hingga makin sempurna.

Baca juga : Cokelat Pekat Bermanfaat, 3 Kelompok Ini Dilarang Memakannya

Lewat bermain, anak-anak membangun kemampuan kognitif yang meliputi kemampuan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menarik kesimpulan, membandingkan, dan menentukan hubungan sebab akibat. Semua kemampuan intelektual ini merupakan dasar bagi keberhasilan anak di bidang akademik. Saat bermain, anak belajar bagaimana permainan dimulai, dilangsungkan dan berakhir. Anak juga belajar mengorganisasikan materi. Pengorganisasian ini tidak jarang menuntat pembedaan yang cermat, misalnya memilih bentuk, ukuran, atau warna balok-balok.

Perkembangan Bahasa

Bahasa bukanlah warisan orang tua atau sesuatu yang turun dari langit. Memang, manusia dikaruniai kemampuan berbahasa dalam otaknya, tetapi kemampuan ini tidak akan muncul tanpa dieksplorasi. Karena itu, seyogianya anak diberi kesempatan mengeksplorasi kemampuan berbahasanya. Mainan yang sangat menarik hati anak akan mendorong anak bercerita tentang mainan tersebut. Bermain bersama juga akan mendorong anak untuk bercakap-cakap, beradu argumentasi dengan menggunakan kata baru, bahkan kadang struktur baru.

Perkembangan Sosial

Bermain mendorong anak untuk meninggalkan pola berpikir egosentris. Jika ia mempertahankan pola pikir tersebut, ia tidak akan memperoleh simpati serta teman, dan baginya, itu tidak menyenangkan. Bermain mendorong anak berkomunikasi, belajar mengorganisasi, lebih menghargai perbedaan-perbedaan, menghargai harmoni dan kompromi. Pernah memergoki si buyung herpura-pura sebagai dokter, masinis, koboi, atau jadi ibu? Sesungguhnya ia tengah menghayati perannya sebagai orang dewasa. Ia belajar bersosialisasi dengan peran-peran tersebut, sehingga tidak akan mengalami kesulitan saat memasuki tahap perkembangan selanjutnya.

Baca juga : 7 Manfaat Jalan Kaki Ini Wajib Anda Ketahui

Perkembangan Emosi

“Ayo, ikut puteri sekolah, biar tidak sendiri…” begitu ujar Si Upik pada boneka barbienya. Ya, lewat bermain, anak-anak sesungguhnya tengah mengekspresikan dirinya. Misalnya, kesal karena tak boleh ikut kakak ke sekolah. Dengan bermain, anak-anak menetralisir emosi negatif dan menyelesaikan konflik secara aman. Lewat permainan, anak dapat menumpahkan segala perasaannya, kebahagiaan, kesedihan, serta konflik-konflik yang ada dalam dirinya, sehingga tercapai kestabilan emosi kembali. Kesempatan menyatakan perasaan lewat bermain merupakan rahasia kesuksesan belajar anak.

Kegiatan bermain juga dapat mengembangkan rasa kompetensi dan rasa percaya diri, karena bagaimanapun kepuasan bermain (games) terletak pada rasa kompetensi yang ditimbulkannya. Anak yang bisa menampilkan kemampuannya akan merasa berhasil, sehingga pe-denya akan pula hertambah.

Perkembangan Kreativitas

Lihat si Rio. Ia membuat robot, mobil derek, pesawat, dan pistol dari lego. Sejurus kemudian, ia berpura-pura menderek robot yang terluka kena tembak dari atas pesawat. Permainan ini memberikan kesempatan kepada anak membuat berbagai macam permainan sendiri dan memainkannya sesuai angan-angannya. Ini akan mendorong anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Kelak, pola pikir kreatif ini akan terbawa sampai ia dewasa dan hidup di kehidupan nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *