Membentuk Mental Lewat Olahraga

Bulan Desember 2014 lalu Jawa Timur terpilih menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja yang baru pertama kali digelar. Penyelenggaraan even olahraga ini mengingatkan kembali pentingnya olahraga, bukan hanya untuk kesehatan tapi juga untuk pembentukan mental seseorang mengingat dalam PON para atlet harus berkompetisi.

Kompetisi akan memberikan pengalaman berharga bagi remaja. Bila mampu menyikapi dengan baik, mentalnya akan tertata, lebih mudah untuk menerima kenyataan hidup, tidak bukan menyerah begitu saja ketika berhadapan dengan kesulitan. Dalam kejuaraan, medali harus diperjuangkan dan tidak mudah untuk meraihnya. Ada saatnya berhasil, kadang “harus bisa” menerima kegagalan.

Ada kebanggaan bagi seseorang saat mampu menjadi pemenang, apalagi dilakukan di depan orang yang mereka anggap berharga. Beda kondisinya ketika harus berada di belakang lawan atau kalah, remaja cenderung patah semangat karena kondisinya masih labil dan masih sulit untuk menerima kekalahan.

Kompetisi membantu membentuk karakter anak menemukan jati diri remaja, sehingga mampu berkembang dengan optimal dan mencapai fully functioning person (orang yang berfungsi sepenuhnya).

Seperti diketahui PON Remaja diikuti oleh siswa SLTA berusia 17-18 tahun. Rentang usia tersebut merupakan fase peralihan, pada masa inilah perubahan fisik dan kepribadian terjadi secara siginifikan. Dalam upaya aktualisasi diri, tidak jarang mereka salah jalan hanya karena ingin diakui oleh orang-orang di sekitarnya. Ada juga yang terperangkap pada hal-hal negatif, sekadar untuk mengatasi atau pun mengalihkan tekanan hidupnya.

Aktualisasi adalah proses menjadi diri sendiri dengan mengembangkan seluruh sifat-sifat dan potensi-potensi yang dimiliki individu dengan melakukan yang terbaik dari yang individu bisa, sehingga menjadi berguna dan dihargai oleh orang lain.

Dalam mencapai aktualisasi diri, anak muda perlu memiliki kesadaran untuk mengenali dirinya sendiri, menggali potensi yang dimiliki, serta memperbaiki diri jika dirasa apa yang dilakukan selama ini memiliki sesuatu hal yang kurang mendukung untuk mencapai apa yang dicita-citakannya. Adanya keinginan untuk mengubah kondisi kehidupan menjadi lebih baik. Oleh karena itu dengan aktualisasi diri seseorang mampu mencapai puncak kesuksesan sesuai yang dia harapkan. Dan olahraga sedikit banyak membantu pembentukan karakter remaja yang membuat mereka jadi lebih percaya diri.

Pelatih mempunyai peranan penting dalam perkembangan remaja. Ia harus mampu memotivasi atlet yang jadi anak buahnya agar mampu bangkit dan belajar dari kekalahan yang kemungkinan besarnya karena kesalahan atau kelemahan atlet itu sendiri. Dengan begitu dia bisa mengambil hikmah dari setiap kekalahan dan sebagai evaluasi menghadapi pertandingan berikutnya serta tidak larut dalam kehidupan yang justru menghancurkannya. Peran pelatih adalah motivating, inspiring, dan supporting.

Begitu Juga dengan keluarga. Dukungan orang tua pada putra-putrinya penting untuk membantu perkembangannya. Di bidang olahraga, dukungan orangtua pada putra-putrinya yang berlaga dalam suatu pertandingan atau menjadi atlet akan sangat mendukung prestasinya kelak. Baik dukungan psikis atau pun materi, sehingga ketika berada di tengah-tengah keluarga dapat berbagi dan mendapatkan support yang akan tertularkan di lapangan. Karena hasil akhir dari pertandingan dipengaruhi oleh kondisi pelakunya, yaitu atlet, mulai dari psikis maupun kesehatan fisiknya.

Yang juga tak kalah penting pada seorang atlet adalah asupan gizinya. Berbeda dengan orang biasa, atlet memerlukan energi yang lebih banyak. Pecatur butuh 2.500 Kalori, namun pada cabang olahraga tertentu, dayung misalkan, bisa membutuhkan sampai 8.000 Kalori per hari.

Tak hanya menjanjikan kebanggaan menyandang predikat juara, menjadi atlet juga menjadikan seseorang lebih percaya diri dan memberikan manfaat bagi jenjang pendidikan seseorang. Ini lantaran adanya fasilitas jalur prestasi yang memungkinkan mereka mendapatkan sekolah yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *