Melatih Mental dan Stamina dengan Kendo

Kendo merupakan seni bela diri menggunakan pedang kayu/bambu yang berasal dari Jepang. Olah raga bela diri ini memang tidak sepopuler karate. Ada yang unik pada setiap kali kendoka (sebutan untuk pemain kendo) menyerang. Kendoka dengan pakaian yang mengandung gaya tradisional Jepang itu senantiasa berteriak ‘men!, kote! do! ‘

Kenyataannya, teriakan itu bukanlah sebatas ekspresi emosi, tetapi memberitahukan beberapa area badan lawan yang bakal mendapatkan serangan. Men artinya kepala, kote artinya tangan, serta do artinya sisi perut. Teriakan itu benar-benar terdengar aneh lantaran artinya memberitahu siasat serangan.

Tetapi, teriakan itu jadi ketentuan mutlak di seni bela diri kendo. Tiap-tiap ingin menyerang mesti disertai teriakan. Tak boleh kita menyebutkan men, namun menyerangnya area kote. Itu tak bakal peroleh nilai.

Sebelumnya bertarung, kendoka-kendoka pun mesti memakai pakaian serta pelindung diri yang komplit. Bajunya terdiri atas atasan dengan potongan serupa kimono yang dikatakan keigoki, sedang bawahan berbentuk celana lebar yang dinamakan hakama.

Sesudah, itu, ada pelindung perut yang dinamakan dou. Kendoka pun memakai pelindung tangan yang dikatakan kote serta sejenis ikat pinggang yang terdiri atas banyak pelepah yang dinamakan tare. Disamping itu, ada pelindung kepala yang berupa seperti helm di permainan anggar, namun dengan kain yang memanjang ke bahu dikatakan dengan men. Setelah itu kendoka baru dapat mengangkat pedang bambu yang dikatakan shinai.

Caranya memegang shinai juga mesti dijalankan sesuai ketentuan. Waktu memegang shinai, tangan kiri itu mesti diatas tangan kanan. Jadi, tumpuan tenaga/daya mesti ada di tangan kiri, sedang saat berjalan itu mesti lurus ke depan, jangan ke samping.

Demikian banyak ketentuan dalam kendo sesungguhnya melukiskan juga arti seni bela diri itu. Menurut harfiah kendo datang dari kata ken yang artinya pedang serta do mempunyai arti jalan. Karenanya arti kendo keseluruhannya adalah suatu jalan atau sistem disiplin diri yang membuat suatu pribadi samurai yang pemberani serta setia.

Dalam praktiknya tentu saja olah raga bela diri kendo ini bukan cuma suatu olah raga semata, namun memadukan unsur-unsur bela diri, seni, serta olah raga tersebut. Adapun tujuan kendo ialah membentuk pikiran dan tubuh, menumbuhkan semangat, melatih kesopanan dan kedisiplinan diri, melatih konsentrasi danĀ  kecepatan.

Ada yang menyatakan kendo sedikit tidak sama dengan olah raga, namun lebih pada suatu langkah hidup. Maka dari itu, kedoka-kendoka diajari bagaimana beretika, tak cuma berlatih silat. Seperti setiap saat masuk ke tempat latihan atau dojo, sebaiknya membungkuk atau rei (pemberian hormat pada sesama kendoka).

Kecuali itu, kedoka-kendoka mesti memelihara kebersihan. Jangan ada sepatu yang diperbolehkan masuk dojo, namun mesti diatur rapi diluar. Mereka pun di ajarkan kesopanan, rasa malu, serta langkah menghormati guru serta senior. Ada banyak lagi tata krama yang di ajarkan supaya jadi pribadi yang baik. Jadi, pasti kendo ini tidak cuma seperti olah raga, namun banyak arti kehidupan yang di ajarkan di dalamnya. Dengan demikian melalui kendo kita bisa melatih mental dan stamina.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *