Ikut Lomba Lari Itu Menyenangkan, Ketahui Dulu Aturan Mainnya

Lari bisa menjadi obat bagi kesehatan. Seperti halnya obat, kegiatan ini harus dilakukan dengan resep dan takaran yang pas. Bila tidak, olah raga lari yang tadinya bertujuan untuk menyehatkan malah akan berisiko bahaya bagi tubuh.

Kegiatan lari memang telah menjadi tren. Berbagai kegiatan pemerintah maupun swasta kerap diisi dengan lomba lari. Pesertanya, kebanyakan nonatlet yang mengikuti lomba dengan berbagai alasan. Ada yang sekadar senang-senang bersama teman, ada yang ingin memanfaatkan sebagai olah raga, atau ada yang betul-betul mengejar piala.

Untuk nonatlet, salah-salah, lomba lari semacam itu malah akan membahayakan kesehatannya. Memang tidak boleh sembarangan mengikuti lomba lari, harus ada persiapan. Selain itu, orang yang ingin ikut lomba harus yakin dia punya modal tubuh yang sehat. Dalam olah raga, dikenal ada sehat statis dan sehat dinamis.

Baca juga : Mau Jago Bermain Bola Basket? Ini Dia Teknik Dasarnya!

Sehat statis adalah kondisi tubuh yang memiliki organ dan sistem yang baik. Sementara, sehat dinamis adalah kondisi kebugaran jasmani yang baik Artinya, seseorang mampu melakukan pekerjaan rutin sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih memiliki cadangan untuk melakukan hal-hal yang darurat. Misalnya, seorang karyawan melakukan pekerjaan rutinnya di kantor tanpa keluhan dan produktivitas tinggi. Sepulangnya ke rumah, dia tidak mengalami kelelahan berarti dan masih memiliki tenaga cadangan seperti untuk membetulkan genting. Kalau tidak, berarti dia tidak sehat dinamis.

Kondisi itu harus diketahui sebelum memutuskan untuk menjadi peserta lomba lari. Untuk mengetahuinya, tentu harus ada pemeriksaan awal dan pengukuran kebugaran jasmani ke dokter spesialis olah raga.

Kalau sudah memeriksakan kesehatan statis dan dinamis, barulah dibuatkan resep untuk melakukan persiapan. Apalagi untuk yang jarang berolah raga, harus ada persiapan untuk meningkatkan kebugaran jasmaninya.

Persiapan itu dilakukan dalam tiga tahapan. Ini bukanlah persiapan yang sembarangan karena membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan. Tahapan pertama. Ini merupakan latihan awal (initial) untuk peningkatan kebugaran jasmani. Program dilakukan berdasarkan empat hal yang disingkat FITT. Itu adalah frekuensi, intensitas (dosis), time (waktu), dan tipe (jenis).

Baca juga : Squash, Olahraga Ini Sangat Membantu Program Penurunan Berat Badan

Untuk latihan awal, frekuensinya 3-4 hari/minggu, intensitasnya dihitung berdasarkan nadi maksimal yaitu 50%-65% nadi maksimal. Waktunya, antara 30-45 menit/latihan dan jenisnya adalah jalan, jogging, jalan, jogging. Selang-seling, tidak boleh jogging terus.

Jenis persiapannya memang tergantung juga dengan kondisi tubuh seseorang. Untuk yang usianya cukup tua, maka tahapan awal ini dilakukan hanya dengan jalan kaki. Latihan awal dilakukan selama 4-6 minggu.

Tahapan kedua. Tahapan ini disebut juga tahapan peningkatan (improvement). Frekuensinya dinaikkan menjadi 4-5 hari/minggu, intensitasnya 65%-80% dari nadi maksimal, waktunya 45-60 menit, dan jenisnya hanya jogging.

Bila tahapan awal hanya diisi dengaa jalan, maka tahapan peningkatan baru dimulai dengan selang-seling jalan, jogging, jalan, jogging. Tahapan peningkatan ini dilakukan selama 16-20 minggu.

Tahapan ketiga. Terakhir adalah tahapan pemeliharaan (maintenance). Tahapan ini dilakukan setelah tubuh mendapatkan kebugaraannya. Frekuensi dilakukan bisa sampai setiap hari, intensitasnya 8o%-85% nadi maksimal, waktunya 60-90 menit, dan diisi dengan lari.

Baca juga : Melatih Mental dan Stamina Dengan Kendo

Kalau semua tahapan sudah dijalankan, baru bisa ikut lomba lari. Kalau kebugaran jasmaninya belum baik, risiko terbesar ada di jantung karena dia belum dilatih untuk memompa darah secara maksimal.

Ketiga tahapan itu memang dilakukan untuk meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. Jantung berperan memompa darah untuk mengalirkan hasil uraian oksigen dan glukosa pada otot, sedangkan paru-paru untuk menyerap oksigen sebanyak mungkin untuk dibentuk menjadi energi.

Lari adalah olah raga yang berat karena digerakkan oleh otot-otot besar secara ritmis dan berkelanjutan. Pergerakan otot itu membutuhkan energi yang dihasilkan dari reaksi kimia glukosa yang diserap usus dan oksigen yang diserap paru-paru. Bila melebihi beban, maka jantung akan merasa tak kuat dan berhenti. Itulah serangan jantung.

Olah raga memang bisa jadi membahayakan. Jadi, pertama-tama adalah kenali tubuh kita sendiri dan ketahui batasnya. Jangan lupa, segala sesuatu harus ada persiapannya, termasuk lari. Jangan sampai kegiatan menyenangkan ini malah membahayakan keselamatan kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *