Cokelat Pekat Bermanfaat, 3 Kelompok Ini Dilarang Memakannya

Seperti cinta kasih, cokelat adalah hal yang menyenangkan untuk diberikan atau diterima. Oleh karena itu, dalam berbagai perayaan, cokelat yang ditata sedemikian cantik menjadi pemberian spesial. Akan tetapi, bagaimana dengan pertimbangan kesehatannya dan siapakah yang boleh mengkonsumsi cokelat?

Jenis cokelat yang dikatakan bermanfaat adalah dark chocolate atau cokelat pekat yang memiliki kadar cokelat minimal 70%. Lebih banyak kadar cokelatnya lebih baik, tapi tentu rasanya lebih pahit. Kalau yang biasa dijual di pasaran dan dikonsumsi secara umum itu biasanya manis. Kalau manis, itu sudah banyak campurannya seperti susu dan gula sehingga kandungan lemaknya pasti lebih tinggi. Manfaatnya tidak sebesar dark chocolate.

Apakah sebenarnya yang terkandung di dalam cokelat pekat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh? Ternyata, kandungannya memang banyak sehingga manfaatnya pun banyak meski ada catatan dari setiap manfaat itu.

Di dalam cokelat ada kandungan yang juga umum ada di jenis makanan lain seperti kalsium, kalium, zat besi, dan riboflavin. Cokelat pun mengandung jenis lemak tak jenuh bernama mufa. Karena bersifat tak jenuh, lemak jenis ini relatif baik bagi tubuh.

Salah satu kandungan lain yang sangat penting di dalam cokelat adalah senyawa flavonoid. Senyawa itu bersifat sebagai antioksidan yang memberikan manfaat bagi tubuh, misalnya, kesehatan jantung. Flavonoid ini menjadi antioksidan, antiradang, sehingga menurunkan risiko penyakit yang berhubungan dengan jantung. Antioksidan ini akan menangkal serangan radikal bebas. Namun, tetap saja harus kerja sama dengan zat gizi lain untuk melindungi jantung.

Meski begitu, manfaat ini pun tidak selamanya bermanfaat dengan baik. Cokelat pekat bila dikonsumsi rutin dengan dosis yang benar memang bermanfaat bagi jantung. Dosis yang benar itu adalah dua potong dalam satu batang cokelat.

Meski memiliki banyak kandungan yang bermanfaat, cokelat itu pun ada baiknya tidak dikonsumsi oleh orang dengan kondisi kesehatan khusus. Kalau dikonsumsi, cokelat malah akan memberikan risiko bagi mereka. Kelompok orang yang pertama harus menghindari cokelat adalah yang obesitas. Saat sudah kegemukan, lebih baik menghindari cokelat, apalagi cokelat yang bercita rasa manis.

Kedua, mereka yang memiliki migren dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cokelat. Itu berkaitan dengan senyawa flavonoid yang mampu melebarkan pembuluh darah. Mereka yang migren sudah mengalami pelebaran pembuluh darah sehingga akan semakin merasa pusing bila mengonsumsi cokelat.

Ketiga, kelompok orang yang memiliki masalah reflux asam lambung sehingga sering mengalami nyeri pada ulu hati dan bagian dada. Ibu hamil yang sering mual dan mengalami aliran balik asam lambung sehingga naik ke kerongkongan juga tidak dianjurkan mengonsumsi cokelat.

Anak-anak dengan gangguan perilaku ADHD atau umumnya dikenal dengan sebutan hiperaktif jangan pula mengonsumsi cokelat. Apalagi, bila cokelat yang dikonsumsi adalah yang berasa manis karena tambahan gula itu tidak baik bagi mereka.

Nah, cokelat ternyata punya manfaat tapi juga risiko tertentu. Apalagi kalau dikonsumsi berlebih demi mendapatkan manfaat, yang terjadi malah sebaliknya akan berdampak jelek bagi kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *