Carbo Loading Mendukung Kecepatan Lari Seorang Pelari

Mengonsumsi kalori dalam kadar tinggi di hari-hari sebelum maraton bisa membuat pelari baru sekalipun tampil lebih prima. Itulah hasil penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism. Benarkah carbo loading dapat mendukung kecepatan lari sang pelari dan tampil lebih prima?

Demi penelitian tersebut, sebanyak 46 pelari pemula mengatur asupan makanan mereka sejak tiga hari sebelum perlombaan dan pagi sebelumnya. Hasilnya teruji, ada kontribusi dari diet sebelum lomba itu pada kecepatan mereka tiba ke garis finis.

Hal itu semakin mendukung teori soal carbohydrate loading alias mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak sebagai persiapan balap lari. Strategi itu banyak digunakan para atlet yang menantang daya tahan seperti pelari maraton.

Baca juga : Tips Berlatih Pilates di Rumah

Konsep yang juga disingkat sebagai carbo loading itu memaksimalkan penyimpanan glikogen dalam otot. Diet jenis itu direkomendasikan terutama pada kegiatan yang dilakukan dalam rentang waktu lebih dari 90 menit. Di dunia medis, diet semacam itu juga kerap diberlakukan bagi pasien yang hendak menjalani operasi.

Glikogen memang bukan satu-satunya sumber simpanan energi bagi tubuh, melainkan dia merupakan simpanan energi yang paling mudah diolah, berbeda dengan lemak yang juga merupakan simpanan energi, tapi kurang efisien. Tubuh perlu bekerja lebih keras untuk mengubah lemak jadi bahan bakar.

Cara paling mudah untuk carbo loading yang sukses ialah dengan memasukkan makanan kaya karbohidrat di setiap menu makanan dan camilan. Itu berarti roti, pasta, nasi, sereal, kentang, spaghetti dan buah-buahan menjadi menu wajib.

Baca juga : Ikut Lomba Lari Itu Menyenangkan, Ketahui Dulu Aturan Mainnya

Menurut Monique Ryan, penulis Sports Nutrition for Endurance Athletes, ketika Anda makan semangkuk spaghetti, sebagian besar karbohidrat disimpan sebagai glikogen di otot dan hati. Glikogen merupakan bentuk energi yang paling mudah diakses tubuh Anda, tapi itu bukan satu-satunya sumber. Selama berlari Anda membakar, baik glikogen dan lemak. Tetapi yang terakhir ini tidak efisien, yang berarti tubuh Anda harus bekerja lebih keras untuk mengubahnya menjadi bahan bakar.

Mulailah dengan mengurangi dulu porsi latihan saat meningkatkan asupan karbohidrat. Langkah itu ibarat mengisi glikogen untuk bahan bakar ke otot-otot di tubuh. Dengan begitu, ketika lomba berlangsung, otot sudah terisi penuh dan perut tidak perlu banyak diisi untuk cadangan selama lari. Pasalnya, dalam balap lari, biasanya memang cadangan air minum yang menjadi fokus utama, bukan makanan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *