Berat Badan Turun dengan Olahraga HIIT dan HIRT

Gencarnya upaya untuk menurunkan berat badan tidak hanya bergantung pada pola makan sehari-hari, tetapi didukung aktivitas fisik dan kegiatan olahraga rutin. Namun pemilihan olahraga yang tepat sangat dianjurkan demi mendapatkan berat badan proporsional secara efektif dan menghindari cidera. Olahraga HIIT (High Intensity Interval Training) dan HIRT (High Intensity Resistance Training) ternyata bisa menurunkan berat badan.

HIIT adalah bentuk latihan yang berintensitas tinggi, namun berganti-ganti dengan intensitas rendah yang dilakukan dalam waktu tidak terlalu panjang. Dengan demikian olahraga ini adalah paduan latihan beban dan aerobik, akan tetapi dalam wujud latihan kardio yang meningkat. Contohnya, saat seseorang terbiasa ber-jogging 1/2 jam, umumnya akan dirasakan berat. Nama seterusnya saat telah menjadi kebiasaan tak akan terasakan berat sesudah 1 jam. Selanjutnya di ganti jogging-running dimana saat joggingnya lebih ringan, namun sprintnya lebih berat. Keadaan inilah yang disebut dengan intensitas.

Jadi yang biasanya olahraga di lakukan selama satu jam, dengan HIIT bisa dikerjakan  selama 20 menitan dengan hasil pembakaran yang tidak jauh berbeda. Dengan demikian dalam 1 kesempatan kita bisa menjalankan 2 proses sekaligus, yakni membakar lemak sekalian mengencangkan otot. Sedangkan HIRT adalah latihan beban berintensitas tinggi & rendah dengan cara bergantian sehingga pembakaran lemak serta pembentukan otot bisa di lakukan secara efektif.

Dengan melakukan HIIT dan HIRT, banyak keuntungan yang dirasakan selama berolahrga. Pertama, Anda akan merasa lebih enjoy, tidak monoton dan tidak bosan. Kedua, bila olahraga dilakukan dengan latihan berat terus menerus, maka risiko cedera akan meningkat. Terakhir, kedua olahraga ini dapat dilakukan dengan waktu pendek, tetapi mendapatkan pembakaran kalori yang maksimal.

Untuk mendapatkan pembentukan maksimal dari HIIT dan HIRT, kedua olahraga ini dapat dilakukan 3-5 kali dalam seminggu. Durasi 30 menit untuk HIIT dan 30 menit untuk HIRT. Dengan demikian prinsip menghemat waktu seminimal mungkin dapat terpenuhi. Aktivitas olahraga pun dapat dilakukan di luar atau di dalam ruangan sesuai dengan keinginan. Namun tetap dianjurkan untuk berolahraga di pagi hari dan di luar ruangan. Karena kesegaran udara luar dan sinar matahari tetap tak tergantikan.

Untuk menghindari cedera yang terjadi selama olahraga, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan di antaranya, mengetahui secara pasti tujuan olahraga yang dilakukan. Buat target yang masuk akal, misalnya penurunan berat badan 3-4 kg selama satu bulan. Setelah berat badan turun, baru tentukan target selanjutnya, misalnya untuk pengencangan otot.

Sebaiknya tidak langsung melakukan latihan berat ketika mulai berolahraga agar otot tidak menjadi besar. Lakukan evaluasi keberhasilan dengan cara mencatat dan melakukan review untuk mengetahui perkembangan atau kemajuan diri secara pasti.

Selain melakukan kedua olahraga tersebut, bila ingin menurunkan berat badan secara efektif dianjurkan untuk makan satu jam sebelum latihan. Fungsinya untuk mengisi, tetapi jangan terlalu penuh. Dengan demikian pada saat selesai latihan, kita tidak akan merasa lapar. Untuk minum, ketika berolahraga dengan intensitas sedang selama lebih dari satu jam, kita tidak hanya cukup minum air putih saja.

Tetapi harus minum minuman dengan kandungan gula dan elektrolit sebagai pengganti energi yang hilang. Karena itu sebaiknya berolahraga dengan cara efektif (tidak lebih dari 1 jam) agar tubuh tidak mendapat asupan gula. Bila intensitas olahraga berat, maka setelah 45 menit kita harus minum cairan ion pengganti cairan tubuh yang hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *